BPJS

Semenjak itu, mulai 1 Juli 2015, setiap pemberi pekerjaan (perusahaan) secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS

BPJS

Pada 31 Desember 2013, mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program tersebut terdiri atas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (PBJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Sebenarnya, BPJS Kesehatan dulu bernama Asuransi Kesehatan (Askes) yang dikelola oleh PT Askes Indonesia, namun sejak 1 Januari 2014 sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2011 tentang BPJS, berganti nama menjadi BPJS Kesehatan. Sementara itu, Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang dikelola oleh PT. Jamsostek (Persero) sejak 1 Juli 2014 sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2011 tentang BPJS berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Semenjak itu, mulai 1 Juli 2015, setiap pemberi pekerjaan (perusahaan) secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti sebagaimana diatur dalam Pasal 15 ayat (1) UU BPJS. Hal ini dilakukan pemerintah dengan tujuan memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan atau anggota keluarganya.

Nah, bagi perusahaan yang hendak membuat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dapat mengandalkan TMP untuk proses pembuatan serta mengurus segala persyaratannya. Dengan bantuan TMP dalam mengurus segala keperluan BPJS ini Anda bisa lebih menghemat waktu dan tenaga.




Manfaat Bermitra dengan Kami

  • Akurat

    Perhitungan angka yang...

  • Analisis Pertumbuhan

    Bisnis Anda

  • Tagihan dan Reimbursment

    yang mudah

  • Penyimpanan Data

    Yang Aman

  • Akses Kapanpun Di manapun

    Dengan menggunakan tek...

  • Berbagai Laporan

    yang bermanfaat

  • Tracking

    kinerja bisnis anda

  • Pemenuhan Kewajiban

    pajak